Kadang saya menemukan diri saya terkesima dengan jumlah angka yang menunjukkan jumlah teman saya di situs jejaring social Facebook. Sungguh di luar dugaan, banyak juga yg mengenal saya. Namun apakah mereka semua adalah teman saya??
Kenyataannya sebenarnya berkebalikan dengan itu semua. Orang-orang yang mampu saya sebut “teman saya” mungkin tidaklah lebih dari 100 orang. Dan setidaknya kurang dari 10 orang yang selalu bersama saya dalam kesehariannya. Karena jumlah yang sedikit itu kini telah tersebar ke penjuru Indonesia bahkan dunia. Mengejar mimpi. Sama seperti yang saya lakukan di Jakarta ini.
Sesekali saya dapat bertemu dengan mereka. Have a short quality time. Ngobrol. Berbagi mimpi atau bahkan sekedar mentertawakan masa lalu yang konyol. Satu hal yang saya nikmati ketika bersama mereka adalah saya dapat menjadi diri saya sendiri. Tidak pernah khwatir tentang apa yg akan mereka pikirkan atau katakan. Karena apapun itu (baik buruk manis maupun tajam) adalah hasil dari sebuah kasih sayang teman sejati.
Pernahkah anda merasa kesal atau kurang ikhlas membantu seseorang yang tiba-tiba muncul dalam kehidupan anda setelah sekian lama menghilang? Lalu setelah dia mendapatkan yang dia mau dari anda lalu kembali menghilang, tanpa repot-repot untuk menjalin silaturahmi. Yah, itu menyebalkan. Sangat menyebalkan. Setidaknya untuk saya, kalau semisalnya kedewasaan pribadi anda telah melampaui batas “itu”. Entah apa itu :p
Namun seiring perjalanan hidup ini, saya semakin menyadari keterbatasan saya. Menyadari juga bahwa setiap manusia, for the sake of anything, deserve to be happy. To be with someones they love. Itu yang skrg saya camkan dalam kehidupan saya. Saya tidak lagi kawatir dengan apa yg dipikirkan orang lain tentang diri saya. Dan saya tak lagi mau melakukan sesuatu dengan tidak ikhlas. Dan saya memupuk persahabatan saya. Yang walau mereka jauh disana, masih dapat bersua dalam teknologi. Dan saya jauh lebih bahagia.
Terutama ketika saya menatap sosok yang sudah berada dalam kehidupan saya sejak saya melek dunia. Mereka adalah teman-teman saya. Yang saya sebut sahabat.
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)
Judulnya bagus sekali, sungguh menginspirasi. Persahabatan memang terasa ketika sudah lama tidak berjumpa. Setelah sekian lama merentangkan rindu, akan terasa lebih manis saat bertemu. Keep writing Laksmi :)
BalasHapus