08 November 2010

Sebuah Penantian yang Suci

Aku berlutut di hadiratNya di suatu sore yang indah di Gereja St. Asisi, Tebet. Aku berkeluh kesah padaNya. Terutama karena hari itu belum lama aku memutuskan berpisah dari kekasihku. Aku bertanya padaNya; bilakah aku akan bertemu pasangan jiwaku?? Dan aku percaya suara yg selanjutnya kudengar dalam hatiku adalah jawaban dari Bapa; " Sucikanlah dirimu".

Aku terkesiap. Menyadari betapa tak sempurna dan kotornya aku. Aku memang telah memohon lama. Namun aku tak melakukan apapun yang membuat diriku pantas untuk menerima itu semua. Ooh...betapa kecil dan tidak pantasnya aku untuk karunia yang kuminta itu. Lalu hari itu aku berjanji utk berusaha menjauhi Alkohol, rokok, dan pergaulan lainnya yang menjauhkan diriku dari kepantasan menerima karunia itu.

Malam ini aku bertemu sahabatku, Andreas P, untuk merayakan penerimaan kerjanya di PTPN Medan. Belum lama sebelumnya, aku juga mendapati dia telah memiliki kekasih. Kedua hal besar ini telah dinantikannya bertahun-tahun. Namun sahabatku itu sepengetahuanku tak pernah berhenti berdoa dan berusaha setiap harinya. Dan akhirnya tahun ini jadi tahun yang penuh berkat baginya.

Melihat dirinya, aku seakan mendapat petunjuk dari Bapa; sahabatku adalah saksi hidup dari pekerjaan Bapa yang tak pernah terlambat. Bapa bahkan menyediakan segala sesuatu sebelum kita memintanya. Karena Bapa maha mengetahui dan yang empunya segala rencana.

Kututup cerita ini dengan pengharapan yang bulat pada pemenuhan janji Bapa untukku, pada waktuNya nanti aku akan dipertemukan dengan pasangan jiwaku, dan masa ini aku akan menanti dengan suci... Tuhan memberkati.

Powered by Telkomsel BlackBerry®

0 komentar:

Poskan Komentar