20 Desember 2008

Di ujung tahun 08..

Tahun 2008 sudah akan berlalu. Dalam suatu moment yang tak kusengaja, aku dibawa untuk mengenang kembali tahun yang hampir berlalu ini. Diawali dengan kegundahan untuk membuat keputusan mengundurkan diri dari pekerjaan yang sangat kucintai. Lalu jadi pengangguran kurang lebih 3 bulan lamanya. Tapi 3 bulan itu tidak berlalu begitu saja tanpa kesan. Pada mulanya aku terimbas euphoria ketika sebuah beban dan pergulatan panjang akhirnya lepas dari pundakku. Kira-kira bulan pertama kuhambakan diriku pada hura-hura, canda tawa, materialis dan penguasaan alam bawah sadar.

Lalu aku pulang ke rumah, yang selama delapan tahun kuhindari. Keinginan yang begitu besar untuk melupakan semua tragedy di rumah itulah yang menyebabkanku hampir tidak pernah rindu rumah. Tapi aku salah, 8 tahun itu aku belum move on, tapi lari dari masa lalu. Ketika aku tidak memiliki pekerjaan inilah aku diberi kesempatan untuk memulihkan semuanya. Dengan Ibuku, dengan sudut-sudut rumahku, dengan kampung halamanku. Aku menikmatinya. Aku merasa lahir baru. Kini setiap hariku, aku selalu merindukan rumahku dimana ibuku tinggal.

Dalam 3 kali Novena Salam Maria, kubisikkan sebuah permohonan pada Yesus. Please give me a job which can make me a better person to You and to other people. Ternyata jalan menjadi a better person itu langsung dibukakan olehNya. Dan ternyata…kalau melihat prosesnya sampai sekarang ini, pastilah aku dulu ancuRRRR sampai harus bongkar mesin dan cuci otak…hehehe…dalam skala seorang aku, ini berath! Tapi aku belajar banyak tentang kesabaran, ketulusan dan kerendahan hati. Dan terutama tentang membuat pilihan. Yesus sedang menjawab permohonanku, aku merasa setiap tempat dan waktu dan kejadian sudah disediakan untukku…to be
a better person.

0 komentar:

Poskan Komentar