Akhirnya tiba waktu saya untuk meniatkan buat passport. Pengalaman paskah lalu sangat menyebalkan sehingga butuh waktu recovery dulu dari tetek bengek birokrasi. Bagaimana tidak menjengkelkan, saya ditodong 800ribu untuk pembuatan passport di imigrasi Palembang (dengan jalur cepat alias orang dalam) sedangkan tariff normal 400ribu (walupun di papan menu ditulis harga paspor 48 hal hanya 200ribu). Percuma aja ada papan di depan kantor itu "demi keamanan dan ketertiban jangan menggunakan Calo". Huh!! Ternyata calonya pindah ke dalem pakai seragam.
Setelah browsing sana sini akhirnya dapat info lengkap tentang membuat passport yang ternyata sudah bisa online. Ini artinya dimanapun alamat KTP kita, kita bisa mengajukan permohonan paspor di kantor imigrasi di kota manapun. Jadi ga perlu pulang kampung hanya untuk membuat paspor.
Kantor imigrasi terdekat yang bisa saya jangkau adalah Kantor imigrasi kelas 1 Mampang Jaksel. Walaupun bulan puasa, pemohon passport ternyata banyak juga. Setiap kali datang ke kantor ini selalu padat dan panas… hari pertama saya datang ternyata belum beruntung. Listrik sedang padam di daerah itu sehingga alat pencetak nomor antrian tidak bisa menyala. Dengan alasan ini, kantor tersebut menyatakan tidak ada layanan hari itu alias tutup, alias bapak dan ibu petugas imigrasinya istirahat kipas-kipas karena kepanasan sambil nunggu buka puasa. Namun mereka dengan baik hatinya menyarankan saya membeli formulir terlebih dahulu (posisinya di tempat fotocopy di bawah tangga, harga map 5000, formulir gratis)
Hari kedua, saya datang kembali lebih pagi lagi, namun karena harus nyetor muka dulu di kantor, maka saya baru bisa ikut ngantri jam 10 (info ga penting). Sekali ini listrik tidak padam namum alat pencetak nomer antrian rusak, hampir saja saya kesambar betmut. Ternyata kali ini nomer antrian akan dibuat manual. Pemohon menumpuk map2nya dulu di loket 2, lalu petugas akan menomerinya, dan kami dipanggil menurut nomer itu. Selamat untuk saya yang harus mengantri 20 nomer L. Tepat pukul 12 saya sudah mau sedih karena belum sampai juga giliran saya. Namun karena bulan puasa maka mbak2 manis itu tidak ada istirahat…cayoo….12.30 saya dipanggil dan diverifikasi dokumennya (fotocopy KK dan KTP berikut dokumen aslinya untuk dibandingkan). Ternyata saya masih harus melampirkan surat keterangan dari kantor, dan suratnya ditujukan secara specific kepada Kepala kantor Imigrasi Jaksel perihal permohonan passport RI. Isinya menerangkan bahwa saya adalah karyawan di perusahaan itu. Setelah itu saya diberi nota yang berisi jadwal foto, tepatnya 3 hari setalah hari itu.
Hari ketiga, saya datang membawa surat keterangan dari kantor. Langsung menuju loket 4 tanpa antri. Lalu saya diberi invoice pembayaran setelah menyerahkan kekurangan dokumen tadi. Jumlah yang harus dibayarkan hanya 270ribu. WoW….fantastis!! saya semangat menuju kasir di lantai 2. Invoice itu cukup diletakkan di depan kasirnya lalu menunggu dipanggil. Sebenarnya kasirnya ada 2 orang namun yang aktif hanya pemudanya saja. Yang ibu2 malah dengan santai membaca tabloid. Ternyata pajak yang saya bayarkan digunakan untuk menggaji orang2 seperti ini L. Untungnya kasir tidak begitu ramai, saya diberi nota pembayaran yang harus saya bawa ke loket foto (turun tangga keluar sedikit belok kiri). Saya masukkan nota saya pukul 10.30, baru 12.30 saya dipanggil untuk foto dan wawancara. Dandanan saya sudah luntur kena keringat. Saya melihat para agen (baca : calo) sudah mondar mandir membawa kliennya dan lebih dulu dipanggil walau datang setelah saya. Alhasil wajah lecek dan jutek saya harus nampang di paspor yang masa berlakunya 5 tahun ini.
Hari keempat, adalah 5 hari setelah hari foto. Ambil paspor di loket 4 dengan menunjukkan bukti bayar. Mengisi buku absen dan memfotocopy passport saya halaman bagian depan dan belakang. Akhirnya saya punya passport…. J
JJ
Saran dan tips:
- Siapkan semua dokumen sebelum datang ke kantor imigrasi (KK + KTP asli dan fotocopy, kalau karyawan maka harus melampirkan juga surat keterangan kerja yang saya sebutkan di poin hari kedua).
- Bawa pena sendiri
- Kalau tidak tau atau bingung, segaralah bertanya kepada petugas dengan senyum termanis anda
- Bawa minum untuk persiapan kalau haus, ngantrinya lama bow..
- Datanglah sepagi mungkin yang anda bisa.
- Semangaaatt!!! Hapuskan calo-calo dari birokrasi Indonesia!!