09 September 2009

PassPort super ProoOT

Akhirnya tiba waktu saya untuk meniatkan buat passport. Pengalaman paskah lalu sangat menyebalkan sehingga butuh waktu recovery dulu dari tetek bengek birokrasi. Bagaimana tidak menjengkelkan, saya ditodong 800ribu untuk pembuatan passport di imigrasi Palembang (dengan jalur cepat alias orang dalam) sedangkan tariff normal 400ribu (walupun di papan menu ditulis harga paspor 48 hal hanya 200ribu). Percuma aja ada papan di depan kantor itu "demi keamanan dan ketertiban jangan menggunakan Calo". Huh!! Ternyata calonya pindah ke dalem pakai seragam.

Setelah browsing sana sini akhirnya dapat info lengkap tentang membuat passport yang ternyata sudah bisa online. Ini artinya dimanapun alamat KTP kita, kita bisa mengajukan permohonan paspor di kantor imigrasi di kota manapun. Jadi ga perlu pulang kampung hanya untuk membuat paspor.

Kantor imigrasi terdekat yang bisa saya jangkau adalah Kantor imigrasi kelas 1 Mampang Jaksel. Walaupun bulan puasa, pemohon passport ternyata banyak juga. Setiap kali datang ke kantor ini selalu padat dan panas… hari pertama saya datang ternyata belum beruntung. Listrik sedang padam di daerah itu sehingga alat pencetak nomor antrian tidak bisa menyala. Dengan alasan ini, kantor tersebut menyatakan tidak ada layanan hari itu alias tutup, alias bapak dan ibu petugas imigrasinya istirahat kipas-kipas karena kepanasan sambil nunggu buka puasa. Namun mereka dengan baik hatinya menyarankan saya membeli formulir terlebih dahulu (posisinya di tempat fotocopy di bawah tangga, harga map 5000, formulir gratis)

Hari kedua, saya datang kembali lebih pagi lagi, namun karena harus nyetor muka dulu di kantor, maka saya baru bisa ikut ngantri jam 10 (info ga penting). Sekali ini listrik tidak padam namum alat pencetak nomer antrian rusak, hampir saja saya kesambar betmut. Ternyata kali ini nomer antrian akan dibuat manual. Pemohon menumpuk map2nya dulu di loket 2, lalu petugas akan menomerinya, dan kami dipanggil menurut nomer itu. Selamat untuk saya yang harus mengantri 20 nomer L. Tepat pukul 12 saya sudah mau sedih karena belum sampai juga giliran saya. Namun karena bulan puasa maka mbak2 manis itu tidak ada istirahat…cayoo….12.30 saya dipanggil dan diverifikasi dokumennya (fotocopy KK dan KTP berikut dokumen aslinya untuk dibandingkan). Ternyata saya masih harus melampirkan surat keterangan dari kantor, dan suratnya ditujukan secara specific kepada Kepala kantor Imigrasi Jaksel perihal permohonan passport RI. Isinya menerangkan bahwa saya adalah karyawan di perusahaan itu. Setelah itu saya diberi nota yang berisi jadwal foto, tepatnya 3 hari setalah hari itu.

Hari ketiga, saya datang membawa surat keterangan dari kantor. Langsung menuju loket 4 tanpa antri. Lalu saya diberi invoice pembayaran setelah menyerahkan kekurangan dokumen tadi. Jumlah yang harus dibayarkan hanya 270ribu. WoW….fantastis!! saya semangat menuju kasir di lantai 2. Invoice itu cukup diletakkan di depan kasirnya lalu menunggu dipanggil. Sebenarnya kasirnya ada 2 orang namun yang aktif hanya pemudanya saja. Yang ibu2 malah dengan santai membaca tabloid. Ternyata pajak yang saya bayarkan digunakan untuk menggaji orang2 seperti ini L. Untungnya kasir tidak begitu ramai, saya diberi nota pembayaran yang harus saya bawa ke loket foto (turun tangga keluar sedikit belok kiri). Saya masukkan nota saya pukul 10.30, baru 12.30 saya dipanggil untuk foto dan wawancara. Dandanan saya sudah luntur kena keringat. Saya melihat para agen (baca : calo) sudah mondar mandir membawa kliennya dan lebih dulu dipanggil walau datang setelah saya. Alhasil wajah lecek dan jutek saya harus nampang di paspor yang masa berlakunya 5 tahun ini.

Hari keempat, adalah 5 hari setelah hari foto. Ambil paspor di loket 4 dengan menunjukkan bukti bayar. Mengisi buku absen dan memfotocopy passport saya halaman bagian depan dan belakang. Akhirnya saya punya passport…. J
JJ

Saran dan tips:

  1. Siapkan semua dokumen sebelum datang ke kantor imigrasi (KK + KTP asli dan fotocopy, kalau karyawan maka harus melampirkan juga surat keterangan kerja yang saya sebutkan di poin hari kedua).
  2. Bawa pena sendiri
  3. Kalau tidak tau atau bingung, segaralah bertanya kepada petugas dengan senyum termanis anda
  4. Bawa minum untuk persiapan kalau haus, ngantrinya lama bow..
  5. Datanglah sepagi mungkin yang anda bisa.
  6. Semangaaatt!!! Hapuskan calo-calo dari birokrasi Indonesia!!

31 Mei 2009

Kapan lagi bilang I love u…?

Di penghujung bulan Mei ini aku dilelahkan pekerjaanku. Tapi semua itu datang dari keinginanku untuk menyelesaikan proyek ini, no matter what to do, I'll do!!. Banyaknya peraturan yang semakin mengekang sempat menurunkan semangat kerjaku di kantor. Terpikir pula untuk tidak peduli kemana kapal ini akan berlabuh. Tapi aku terhenyak dalam…apakah aku disini untuk jadi bagian dari kekurangan ini? Di saat aku mungkin dapat melakukan lebih?

Kilasan-kilasan peristiwa ketika banyak orang meragukan kemampuanku membuat sengatan-sengatan listrik di dengkulku, ngilu! Tapi, kekalahan adalah milik orang yang tak mau mencoba. Dan aku bukan orang itu… aku tidak tau sebaik apa hasil usahaku ini, apalagi menjanjikan suatu pencapaian sempurna, aku juga tidak berani membayangkan kalau seandainya yang aku lakukan malah membawa keadaan ini menjadi lebih buruk. Tapi aku akan mencoba…


 

------------sambil dengerin lagunya DS "kapan lagi bilang I love u" di dini hari penghujung mei 09------------

24 Maret 2009

Psychosomatic is Weird but not cRaZy!

Sudah mengalami gejalanya sejak tahunan yang lalu, tapi baru tergerak untuk browsing sekarang..huhuw..better late than not at all ^_^

Sebenernya waktu browsing, aku ga tau mau mencari apa… tapi aku menyadari bahwa segala keanehan ini selalu terpicu dari suatu keadaan yang tidak menyenangkan hatiku. Lalu kumulailah dengan membuka kamus Oxford mini kesayanganku. Semua yang berawalan psycho kubaca satu persatu. Dan kutemukanlah satu kata yang kurang lebih mendefinisikan keadaanku: Psychosomatic.

Dalam Wikipedia kutemukan definisi lainnya yaitu Sufferers of psychosomatic illness are experiencing pain, nausea or other physically felt symptoms but with no physical cause that can be diagnosed. Terjemahan dalam bahasa kita adalah mengalami sakit, keluhan atau gangguan-ganguan fisik lainnya tetapi tidak dapat ditemukan penyebab fisiknya. Duh, maaf kalau agak katro terjemahannya. Tapi kurang lebihnya gitu deh.

Apakah ini terasa familiar? Berarti kita sama..hihi…*nyari temen*

Wiki juga bilang kalau saat ini, kebanyakan orang menderita psikosomatik dengan keluhan-keluhan sebagai berikut:

  1. Asthma >>> kualami waktu sma sampe awal kuliah gara2 kesasar pas krisis pubertas L
  2. Sakit kepala (ga telat makan, ga tensi tinggi, ga tensi rendah, pokonya ga ada sebab) >>> waktu sudah ga tahan kerja di NSN, waktu ada engineer sotoy, ada subcont nambahin masalah, ada customer yg super demanding….uughhh…!!
  3. Gangguan pencernaan (mulai dari ga merasa lapar sama sekali, ga doyan minum, atau kalau misalnya makan dalam hitungan menit setelah makan maka makanan itu keluar lagi dari tempat masuknya…totally hurts) >>> ini paling sering kualami kalau patah hati huhuhuw…sediihhh
  4. Immune system disorders (symptoms yg kualami adalah tiba-tiba susah buang air kecil padahal pas dicek lab ga ada gangguan atau infeksi apa-apa,pinggang ke bawah berasa lumpuh, merana bangetlah. Atau tiba2 badan agak panas padahal ga lagi flu atau sejenisnya ~_~') >>> terakhir kumat pas tugas di Bali, berpanas-panas ria ngawasin orang narik kabel optik, tiba2 Boz nuduh yang nggak-nggak dan customer nambah kerunyaman dengan omelan setajam silet…Bali owh bali… T_T
  5. Gangguan ingatan (alias gampang lupa alias mengalami kepikunan dini: lupa dimana kunci motor, lupa dimana kunci kamar, lupa dimana kacamata, lupa dimana atm, dan lupa-lupa yg mengakibatkan kehilangan-kehilangan lainnya…) >>> kalau yg ini kayaknya sudah terimplan permanent dan makin parah kalau terlalu banyak hal yg dipikirin seperti pekerjaan menumpuk, tagihan kredit, tunggakan kost, dan mikirin nanti malam kencan mau pake baju apa ya….. ^_^
  6. Alergi (tiba-tiba badan bentol-bentol merah dan gatel) >>> percaya ga percaya aku mengalami ini kalau lagi cemburu, ngambek atau kalau pengen sesuatu tapi ga kesampean…aneh ya…ckckckckck…

Tentu saja kesimpulan bahwa aku menderita sikosometic ga tiba2 aja muncul di kepalaku. Tidak juga dibuat-buat. Suer ga ada untungnya deh!! Tapi banyak kejadian berentet dalam kurun waktu yang lama dan sering berulang-ulang sampe2 aku juga kewalahan dan mengutuki serangannya. Tapi mungkin ini juga dapat diartikan sebagai alarm keseimbangan jiwa dan raga dan patut disyukuri juga. Kalau udah mulai sakit berarti sudah harus menarik diri kembali ke rasionalitas. Pelan-pelan nyoba nerapin anger management dan belajar ikhlas. Dua hal ini bukan hal gampang buatku. Sudah terlanjur kena cap Keras kepala dan egois, tukang jutek dan perfeksionis…

Tapi hidup itu adalah proses, selama kita masih menarik napas dan mengeluarkannya lagi, maka proses itu belum berhenti dan akan selalu berjalan. Tidak pernah ada kata terlambat. Yang penting itu NIAT! (sorry kalau seperti menggurui, sebenernya kata2 ituw untuk diriku sendiri … ;p )

Salah satu nasehat dari sahabat dalam menghadapi suatu masalah, jangan tempatkan masalah itu di atas kepalamu sehingga ia menguasai alam pikiranmu, semakin besar dan besar hingga menyelubungi seluruh pikiranmu melarutkan emosimu, tapi tempatkanlah di bawah kakimu sehingga ia dalam kuasamu!

I wanna be better at everything, and I want to let you in. This is not the time you give up on me! (grey anatomy)

20 Maret 2009

Serrata Insomnia

Seharusnya tadi siang aku ga perlu menanyakan "kiriman" di rumah pak surya. Aku jadi berimaginasi yang nggak-nggak padahal malam ini harus menghabiskan malam sendirian di kamar hotel. Senengnya bisa jalan, melihat dunia yang jauh dari rutinitasku. Penerbangan Jakarta Semarang lancar-lancar saja. Agak bingung juga kenapa tasku jadi terasa berat banget padahal Cuma bawa beberapa lembar pakaian. Untungnya pemandangan terhibur dengan hidangan kuda putih di ruang tunggu. Jadi inget waktu masih kecil sering diajak jalan-jalan naik kuda. Malah sempet bayangin hidup di Amerika jaman koboi2, gara-gara doktrin Little Missy…*lebay*

Btw, sekarang udah ngantuk banget, tapi kok ga bisa bobo ya?? Habis kamarnya agak2 spooky gitu L…duh nasib kerja di perusahaan serba irit gini nih. Kalau udah gini jadi kangen sama masa-masa dulu. Apalagi tadi ketemu Pipiet yang kerja di perusahaan super bonafit. Kesejahteraan beda jauuh….hmm…yah tapi manusia kan beda-beda nasibnya ya kan. Kalau sudah rejeki ga kan lari kemana…ciee…sok wise dech ;p

Kalau aku jadi anggotanya X-man, aku pengen jadi orang yang bisa bersuara indah menghibur dan orang2 yang hatinya sakit bisa sembuh karena denger suaraku…hehe.. RCTI sudah berapa kali ya muter film ini? Tapi lumayan deh nemenin tengah malam ini. Sebelum pikiran semakin melantur ga jelas, merem ah..

Yuuuk marii….

18 Februari 2009

Not responding

Aku belum dapat mengatakan bahwa project management adalah lentera jiwaku tapi aku menikmati setiap saat yang begitu menantang kreativitas untuk menyusun keping-keping puzzle sehingga pada akhirnya sampai pada pencapaian target. Sangat menyenangkan memiliki kesempatan untuk mendayakan talenta yang dikaruniakan oleh Tuhan. Tetapi akhir-akhir ini aku mulai kehilangan keseimbangan itu. Berawal dari keinginan untuk mengalihkan pikiran dari hal-hal yang mengundang air mata. Aku malah terjebak dalam hingga pekerjaan ini menjajah kebebasanku.

Lelah…luar biasa lelah. Bukan tidak bahagia, tapi lelah. Menjelang malam natal aku masih berkutat dengan rekonsiliasi, malam tahun baru aku tepar karena 2 hari 2 malam membabat habis outstanding rekonsiliasi. January selalu lembur hingga tengah malam menyelesaikan amendment yang tiada akhirnya ini. Dan kegagalan system regionalisasi menyebabkan Customer tercinta mengguyuriku dengan complain. Dimanakah team ku?

Hari ini aku dipaksa untuk berhenti. Mesin itu sudah terlalu panas. Perlu pendinginan. Dan pengaturan ulang. Hingga suatu hari nanti kutemukan lentera jiwaku.